Jumat, 24 April 2009

INVESTASI BERMAIN SAHAM KECIL


Beberapa waktu lalu Bank Indonesia menurunkan tingkat BI rate menjadi 7,5% , penurunan ini sangat diharapkan masyarakat agar dapat meningkatkan aktivitas ekonomi .

tapi sayangnya penurunan ini belum diikuti penurunan bunga kredit perbankan , padahal tingkat bunga deposito langsung turun , artinya Bank mengambil kesempatan mengambil margin tinggi sehingga keuntungan perusahaan bisa naik tajam .

Biasanya turunnya tingkat bunga akan membuat harga saham NAIK dan sebaliknya apabila tingkat suku bunga naik harga saham akan TURUN .

Tetapi belakangan ini terjadi anomali , turunnya tingkat bunga tidak mendongkrak naik harga saham bahkan kedua-duannya sama-sama turun , anomali ini disebabkan oleh situasi didalam maupun diluar negri yang tidak mendukung .

Bila tingkat penurunan bunga menaikkan saham , maka saham berkapitalisasi kecil mengalami kenaikan yang cukup besar secara presentase , misalkan bila investor membeli saham TLKM pada harga Rp 6.500 dan naik menjadi Rp 7.000 maka terjadi kenaikan sebesar 7,69% , dan bila investor membeli saham PGAS dengan harga Rp 2.000 dan naik menjadi Rp 2.500 maka investor mendapatkan kenaikan sebesar 25% , secara absolute nilainya sama tetapi secara prosentase nilainya jauh lebih tinggi .

oleh sebab itu , investor selayaknya membeli saham kecil untuk mendapat presentase keuntungan tinggi , manager investasi menyebutkan saham ini merupakan saham-saham roket yang artinya menaikkan angka portfolio secara tajam , apalagi bisa membuat alokasi aset cukup besar pada saham tersebut .

Lalu apa sich kreteria SAHAM KECIL ?

saham kecil adalah saham berkapitalisasi pasar kecil dimana saat ini dianggap nilainya kurang dari Rp 300 miliar .

Kapitalisasi pasar saham itu sendiri adalah hasil perkalian harga saham perusahaan di bursa dengan jumlah saham yang dicatatkan , jumlah saham yang dicatatkan bisa sama atau pun berubah tergantung dari AKSI PERUSAHAAN(coorperate action) mengenai saham tersebut .
Bila saham cukup besar dicatatkan dan harganya juga tinggi , maka saham tersebut masuk dalam saham berkapitalisasi besar , ada juga beberapa saham yang pada awalnya masuk bursa langsung berkapitalisai besar tetapi karena kemerosotan perusahaan mengakibatkan perubahan kapitalisasi pasar sehingga masuk kedalam kelompok saham kecil .
Di ambil dari : Adler haymans manurung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar